Seberapa Jauh Kamu Berjuang Buat Cintamu?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (iNdonesiaSatu) by Inter Studio on 28-08-2008

Tagged Under :

Seorang blogger tetangga melemparkan thread ini di Plurknya. Judul aslinya adalah HOW FAR YOU’LL FIGHT FOR LOVE?

Tapi bodohnya aq yang memang lulusan sd ini tak bisa memberikan komentar yang dia harapkan. HIngga dia tampak kecewa lantaran sejak sore belum makan karena Tukang Nasi Goreng langganannya tak jua lewat depan rumahnya …

Bayan DSP PKS Tentang Seruan Optimalisasi Ibadah Ramadhan

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Islami, Partai Keadilan Sejahtera, iNdonesiaSatu) by ARS on 28-08-2008

Tagged Under :

Lambang Partai Keadilan Sejahtera DEWAN SYARIAH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
Jl. Mampang Prapatan Raya No. 98 D-E-F, Jakarta 12720, Indonesia
Telp.: 021-7995425, Fax.: 021-7995433, www.dsp-pks.org


BAYAN
DEWAN SYARI’AH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

NOMOR : 18/B/K/DSP-PKS/1429
TENTANG
SERUAN OPTIMALISASI  IBADAH  RAMADHAN

Alhamdulillahi robbil ‘alamiin wa sholatu wassalaamu ‘ala sayyidinaa muhammadin sayyidilmursaliina wa ‘imaama wa imaamilmuttaqiina wa qoo’idil jaahidiina wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa man tabi’ahu bi’ihsaanin ‘ila yaumiddiin (’amaa ba’du).

Faqoolallohu ta’aala: “Yaayyuhalladzina ‘amanuu kutiba ‘alaykumushshiyaamu kamaa kutiba ‘alalladziina min qoblikum la’allakum tattaquun.”

Bulan Suci Ramadhan kembali datang menyambut orang-orang beriman untuk menaiki tangga ketaqwaan dan meraih kemenangan. Kemenangan atas syahwat, syetan dan musuh-musuh Islam sehingga mengantarkan umat Islam meraih keberkahan hidup di dunia dan kebahagiaan hidup di akhirat.

Bulan Ramadhan datang pada saat orang-orang beriman sangat membutuhkan kekuatan iman dan ruhiyah untuk menghadapi kondisi sulit dan berat dalam kehidupan mereka. Kondisi inilah yang dihadapi hampir seluruh umat Islam di seluruh dunia. Di Indonesia umat Islam masih dihadapkan pada krisis berat dari semua sisi kehidupan. Sedangkan di belahan dunia Islam lainnya, kondisi mereka tidak lebih baik dari Indonesia. Para da’i di Mesir, Al-Jazair, Tunisia, Pakistan dan lainnya masih banyak yang berada di dalam penjara. Sementara umat Islam di Irak dan Afghanistan menjadi sasaran tembak penjajah Amerika Serikat dan sekutunya. Adapun umat umat Islam di Barat dan wilayah minoritas masih menghadapi problem diskriminasi dan tuduhan teroris. Umat Islam di daerah minoritas semakin tertindas dan di daerah mayoritas tidak dapat bebas melaksanakan Syari’ah Islam.

Di Palestina, jantung dunia Islam, umat Islam semakin merana. Pembantaian bangsa Yahudi Zionis atas Umat Islam Palestina tidak kunjung mereda. Hampir setiap hari senantiasa ada darah yang tertumpah di bumi Palestina. Korban berjatuhan dari kalangan wanita, anak-anak, orang-orang tua yang tak berdosa. Boikot yang dihadapi mereka di Gaza adalah bentuk penjajahan gaya baru yang di motori Zionis Yahudi dengan dukungan Amerika Serikat dan sekutunya. Sementara Masjidil Aqsa, kiblat pertama umat Islam, tanah suci para nabi dan tempat Isra Rasulullah saw. terancam bahaya.

Dalam suasana seperti ini, harapan itu masih ada. Ramadhan datang untuk memberikan motivasi, semangat dan harapan baru bagi orang-orang beriman untuk keluar dari berbagai permasalah yang dihadapinya. Motivasi dan semangat untuk meraih ketaqwaan. Karena, ketaqwaan merupakan kunci pembuka pintu rahmat Allah SWT, jalan keluar dan solusi atas segala krisis multidimensional. Ketaqwaan pada tinggkat pribadi, keluarga dan masyarakat akan menyingkap segala kesulitan, krisis dan musibah menjadi kebaikan, rahmat dan keberkahan.

Di antara sarana yang paling efektif untuk merealisir dan membina ketaqwaan, yaitu dengan cara berpuasa. Menahan diri dari makan dan minum dan syahwat di siang hari agar terlatih untuk menahan diri dari nafsu serakah, tamak dan rakus. Melatih diri untuk menjaga pola hidup bersih. Bersih hati dan batin dari kemusyrikan dan kemaksiatan. Bersih dari harta yang haram, seperti riba (bunga), korupsi, manipulasi dan mencuri. Bersih lahir dan lingkungan dari berbagai macam kotoran. Kebersihan harus menjadi komitmen orang-orang beriman baik dalam sekala individu, keluarga, masyarakat maupun umat secara keseluruhan.

Krisis yang menimpa manusia berawal dari ketidakberdayaan manusia untuk menahan diri dari larangan Allah, kemudian jatuh pada larangan tersebut. Sehingga, solusi atas krisis secara horizontal harus dimulai dengan mendidik manusia agar bertaqwa. Orang-orang bertaqwa memiliki dua kekuatan, kekuatan motivasi (quwwatul indifaa’) untuk melakukan ibadah, amal shalih dan kebaikan dan kekuatan pengendalian (quwwatul imsaak) dari hal-hal yang diharamkan Allah. Dua kekuatan inilah yang menjadikan orang-orang betaqwa paling bermanfaat hidupnya di dunia. Dan dengan kekuatan inilah orang-orang bertaqwa mendapatkan kemenangan dari Allah.

Adapun solusi krisis secara vertikal dengan menegakkan Syari’ah Islam dalam diri masyarakat dan pemerintah sehingga mereka takut akan sangsi dan tidak melanggar larangan-Nya. Syari’ah Islam memberi rahmat bagi manusia, menjamin hak beragama, hak hidup, hak pemilikan harta, hak berfikir dan berpendapat, hak terpeliharanya kehormatan dan keturunan. Kesinilah semua langkah harus ditujukan, semua pikiran dicurahkan, gerakan reformasi diarahkan, segala tenaga dikerahkan dan penyelamatan manusia dilakukan.

Marilah kita melakukan optimalisasi ibadah Ramadhan, sebagai berikut:

  1. Memperkuat kerinduan dan kecintaan terhadap bulan suci Ramadhan dan rasa harap untuk dapat menikmati keutamaannya. Kerinduan akan datangnya bulan Ramadhan inilah yang juga dirasakan oleh salafu shalih. Karena begitu banyaknya kebaikan yang diberikan oleh Allah di bulan Ramadhan, seperti di bukannya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, dibelenggunya syetan-syetan sehingga tidak dapat leluasa menggoda manusia. Dan puncaknya adalah diturunkannya Al-Qur’an sebagai pedoman bagi manusia. Dan pada malam turunnya Al-Qur’an Allah SWT. menjadikannya lebih baik dari seribu bulan.

    Bentuk ekspresi kerinduan dan kecintaan dilakukan dengan mempersiapkan Ramadhan secara baik. Persiapan hati, persiapan akal dan persiapan fisik. Persiapan hati dengan memperbanyak ibadah, seperti memperbanyak membaca Al-Qur’an saum sunnah, dzikir, do’a dan lain-lain. Persiapan akal dengan mendalami ilmu yang terkait dengan ibadah Ramadhan, persiapan fisik dengan menjaga kesehatan, kebersihan rumah dan lingkungan serta menyiapkan harta yang halal untuk bekal ibadah Ramadhan.

  2. Meningkatkan prestasi ibadah pada bulan Ramadhan tahun ini dari tahun lalu. Bulan Ramadhan adalah syahrul ibadah dan syahrul Qur’an. Sehingga ibadah dibulan Ramadhan dari tahun ke tahun harus meningkat, khususnya ibadah puasa, qiyamu Ramadhan dan interaksi dengan Al-Qur’an. Meningkatkan kualitas tilawah, hafalan, pemahaman dan pengamalan Al-Qur’an. Allah berfirman:

    شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

    “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)”
    (QS Al- Baqarah 185)

  3. Meningkatkan kepekaan dan kepedulian terhadap umat Islam. Membayar zakat, memperbanyak infak, shadaqah dan memberi makan orang berpuasa. Menyantuni fakir miskin, anak-anak yatim dan duafa. Dan melakukan segala bentuk ihsan yang dianjurkan Islam. Rasulullah saw. memberikan contoh terbaik dalam hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits.

    “Rasulullah saw. adalah orang yang paling pemurah dalam kebaikan, dan paling pemurah lagi di bulan ramadhan.”
    (HR Bukhari)

  4. Mengutamakan ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam, khususnya dalam penentuan awal dan akhir Ramadhan. Ukhuwah Islamiyah dan persatuan umat Islam jauh lebih penting dari ibadah-ibadah sunnah dan perbedaan pendapat tetapi menimbulkan perpecahan. Allah Ta’ala berfirman:

    وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

    “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni’mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni’mat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada ditepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
    (QS Ali ‘Imran 103)

  5. Menjadikan Ramadhan sebagai Syahrut Taubah (Bulan Taubat), dengan memperbanyak istighfar dan taubah kepada Allah SWT. Mengakui kesalahan dan meminta ma’af kepada sesama manusia yang dizhaliminya serta mengembalikan hak-hak mereka dan membayar hutang. Taubat adalah sebuah sikap menyesali akan segala kesalahan, melepaskannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahan tersebut. Dosa, maksiat dan kesalahan merupakan sebab inti dari keterpurukan dan krisis ini. Sehingga taubat adalah satu-satunya jalan untuk memulai hidup baru menuju yang lebih baik. Taubah dan istighfar menjadi syarat utama bagi bangsa Indonesia untuk mendapat maghfiroh (ampunan), rahmat dan keberkahan Allah SWT.

    وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ

    “Dan (dia berkata): ‘Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.’”
    (QS Hud 52)

  6. Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrut Tarbiyah dan Syahrud Da’wah (Bulan Pendidikan dan Da’wah). Di antara ciri khas bulan Ramadhan adalah tumbuh suburnya suasana ke-Islaman di semua tempat. Umat Islam mempunyai kesempatan lebih banyak untuk beribadah. Puasa merupakan sarana yang sangat efektif untuk menahan segala kecenderungan negatif dan memotivasi untuk melakukan semua bentuk kebaikan. Sehingga peluang tarbiyah dan da’wah di bulan Ramadhan lebih terbuka dan lebih luas.

    Kesempatan inilah yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para da’i dan ulama untuk melakukan da’wah dan tarbiyah. Terus melakukan gerakan reformasi (harakatul ishlah). Membuka pintu-pintu hidayah dan menebar kasih sayang bagi sesama. Meningkatkan kepekaan untuk menolak kezhaliman dan kemaksiatan. Menyebarkan syiar Islam dan meramaikan masjid dengan aktifitas ta’lim, kajian kitab, diskusi, ceramah dan lain-lain sampai terwujud perubahan-perubahan yang esensial dan positif dalam berbagai bidang kehidupan. Ramadhan bukan bulan istirahat yang menyebabkan mesin-mesin kebaikan berhenti bekerja, tetapi momentum tahunan terbesar untuk segala jenis kebaikan.

  7. Menjadikan bulan Ramadhan sebagai Syahrul Jihad wal Mujahadah. Jihad adalah puncak ajaran Islam, rahasia kemulian dan kejayaan umat Islam. Sedangkan landasan jihad adalah kesucian dan kebersihan jiwa. Oleh karenannya bulan Ramadhan adalah momentum yang sangat tepat untuk menumbuhkan ruhul jihad dalam tubuh umat Islam. Sejarah telah membuktikan bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan gerakan jihad. Perang Badar Al-Kubra, Fathu Makkah, Pembebasan Palestina oleh Shalahuddin Al-Ayyubi, Perang Ain Jalut yang dapat menaklukkan tentara mongol, penaklukkan Andalusia oleh pahlawan Thariq bin Ziyaad, Kemerdekaan Indonesia dan lain-lain semuanya terjadi pada bulan Ramadhan.

    وَجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ هُوَ اجْتَبَاكُمْ وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ مِلَّةَ أَبِيكُمْ إِبْرَاهِيمَ هُوَ سَمَّاكُمُ الْمُسْلِمِينَ مِنْ قَبْلُ وَفِي هَذَا لِيَكُونَ الرَّسُولُ شَهِيدًا عَلَيْكُمْ وَتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ فَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ

    “Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan”
    (QS Al-Hajj 78)

  8. Mengambil keberkahan Ramadhan semaksimal mungkin, dari sisi ekonomi, sosial, budaya, pemberdayaan umat dan politik. Melakukan aktifitas positif, seperti; bazar amal, membuka pasar-pasar alternatif, penggalangan dana, penumbuhan produk pribumi, peningkatan investasi sesama umat Islam dan memunculkan kreatifitas di bidang seni budaya. Memenangkan Partai Islam dan para calon pemimpin muslim baik di legislatif maupun eksekutif yang berjuang untuk kemenangan Islam.

Demikian seruan ini, mudah-mudahan dapat membangkitkan semangat beribadah dan komitmen terhadap syariah Islam sehingga membuka peluang bagi terwujudnya Indonesia yang lebih baik, lebih aman, lebih adil dan lebih sejahtera.

Wallohu’alam bish showaab.

Jakarta, 11 Sya’ban 1429 H
13 Agustus 2008 M

DEWAN SYARIAH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

KH. DR. SURAHMAN HIDAYAT, MA
KETUA


Untuk versi .PDF-nya bisa Anda unduh melalui tautan berikut ini:

Apadong.com | DPP PKS
* Tipe: .pdf * | * Ukuran: 0.12 MB *

Download Film Dokumenter The Seven Wonders of the Muslim World

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Gratisan, Hiburan, Islami, iNdonesiaSatu) by ARS on 28-08-2008

Tagged Under :

The Seven Wonders of the Muslim World Judul: The Seven Wonders of the Muslim World
Tipe:
Dokumenter/Wawancara
Bahasa: Inggris
Ukuran: 1.09 GB (1,168,511,902 bytes)
Durasi: 1 jam 15 menit
Kualitas Video: codec DX 50
Kualitas Suara: 44100Hz
Format: .avi
Bitrate: 1411 kb/s

Sekilas berita dari Eramuslim.com:

Stasiun televisi Channel 4 Inggris menayangkan acara serial baru bertajuk “The Seven Wonders of the Muslim World”. Acara ini menampilkan kisah tentang pengalaman rohani enam Muslim dari berbagai negara saat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci.

Serial ini mulai disiarkan hari Senin kemarin dengan masa tayang dua minggu. Serial yang setiap episodenya berdurasi 90 menit itu, adalah kombinasi antara film dokumenter dengan cerita pengalaman berhaji enam orang Muslim yang ditampilkan di serial tersebut. Channel 4 merekam perjalan enam orang Muslim itu mulai dari negaranya masing-masing sampai ke kota suci Makkah di Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Ibadah yang menjadi impian semua umat Islam. Keenam Muslim itu berasal dari Spanyol, Paletina, Pakistan, Turki, Mali dan Iran. […]

Ingin mengunduh film dokumenter ini? Langsung saja meluncur ke situsnya ini.

Tapi sebelumnya, Anda harus mendaftar dulu disini. Tenang… semua gratis kok!

Cara mengunduhnya adalah melalui torrent yang bisa Anda pilih salah satu aplikasinya dari halaman download blog ini.

Selamat menikmati…

Semoga bisa mengisi bulan Ramadhan Anda menjadi lebih menyenangkan untuk giat beribadah

Daftar Radio Islami Streaming Online

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Hiburan, Islami, Multimedia, iNdonesiaSatu) by ARS on 28-08-2008

Tagged Under :

Alhamdulillah… sementara lagi dalam hitungan jari, bulan Ramadhan, bulan yang paling dirindukan Ummat Islam di dunia akan tiba.

Nah, biasanya kan pada bulan Ramadhan itu, banyak diantara kita yang punya banyak waktu luang. Jadi daripada waktu luang itu hanya dihabiskan untuk bermain Catur, Congklak atau Monopoli saja (hehe.. ini permainan jaman saya masih kecil dulu, kalau sekarang mungkin sudah PS/XBOX kali ya D ) lebih baik dimanfaatkan untuk mengikuti kajian, siraman ruhani atau hiburan-hiburan Islami lainnya dari channel-channel radio Islami di bawah ini.

Selain ilmu & hiburan yang akan kita dapat, Insya Alloh juga membawa pahala ;)

Oya, beberapa channel radio dibawah ini juga saya sertakan tautan streaming online radio yang bersangkutan. Sehingga Anda bisa langsung mendengarkannya lewat Media Player di komputer Anda yang terhubung via Internet. O0

  1. Bandung: Radio MQ 102.7 FM (streaming: klik disini)
  2. Batam: Radio Hang 106 FM (streaming: klik disini)
  3. Bekasi: DAKTA 107 FM (streaming: klik disini)
  4. Bulukumba: Al Wahdah Bulukumba FM 103.5 MHz
  5. Cileungsi: Radio Rodja 756 AM (steaming: klik disini)
  6. Cirebon: Radio As-Sunnah 107.9 FM (streaming: klik disini)
  7. Cirebon: Radio Syi’ar Islam 88.1 FM
  8. Jakarta: RASFM 95.5 FM (streaming: klik disini)
  9. Lampung: Radio MQ 89.3 FM (streaming: klik disini)
  10. Makassar: Suara Al Wahdah FM 107.7 MHz
  11. Riau: Radio Hidayah 107.2 FM
  12. Surabaya: Radio Dakwah Suara Fitrah 107.9 FM
  13. Surabaya: Radio Ma’had Ali bin Abi Thalib (streaming: klik disini)
  14. Tanjung Pinang: Radio Bayan 96.5 FM
  15. Yogyakarta: Radio MQ 92.3 FM
  16. Yogyakarta: RAMA FM 95.3 FM
  17. Internasional: Masjid Al Amin Indonesia (streaming: klik disini)
  18. Internasional: Forum myQuran.org Indonesia (streaming: klik disini)
  19. Internasional: Ngaji Online Indonesia (streaming: klik disini)
  20. Internasional: Qommunity Radio Indonesia
  21. Internasional: Radio Islam Amerika Serikat
  22. Internasional: Radio Islam South Africa (streaming: klik disini)

Ada yang bisa menambahkan?

Kenangan Pecas Ndahe

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Sketsa, cerpen, cinta, estafet, iNdonesiaSatu, metafora, rindu, surealis) by Ndoro Kakung on 28-08-2008

Tagged Under :

Setelah almanak disobek dan hari berganti, apa lagi yang masih tersisa untukku perempuan musim semi? Secuil reminisensi?

Ah, mungkin kau bahkan tak peduli betapa resah telah bersekutu dengan gelisah. Dan aku ditikam sepisau sepi, diiris-iris segaris sunyi. Luruh dalam kabut lusuh menjelang subuh.

Kau pergi secepat gerimis kepagian. Lesap begitu saja entah ke mana. Jejakmu lindap dalam kelimun halimun. Kelompang.

Mungkin kau tak tahu. Gerimis jatuh seperti manik-manik berketai-ketai. Langit rubuh. Di atas samudera malam, bintang-bintang berketap-ketap muram. Terang siang jadi boyak.

Adakah secuil memori?

Aku ingat, engkau pernah mendaras doa, dalam bait-bait liris pahatan Paul Eluard.

pada lazuardi rombengan
pada kolam legam matahari
pada danau gairah rembulan
kutuliskan namamu …

Setelah itu wajahmu jadi pelangi. Warna-warni baiduri. Rencengan melati. Senyummu senja: batas antara terang dan dunia bayang-bayang.

Aku tahu, masa lalu adalah batu. Tak bisa diapa-apakan. Sedangkan rinduku musim gugur. Meranggas. Sebentar kemudian membeku pelan-pelan.

Adakah kenangan? Mungkin tidak.

Maka, ketika malam meminang rembulan, biarkanlah aku mengenangmu. Dengan mata setengah terpejam …

>> Selamat hari Kamis, Ki Sanak. Apakah hari ini sampean telah mengenang seseorang dari masa lalu?

The power of example is stronger than the example of power

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (iNdonesiaSatu) by Perspektif Online - Wimar Witoelar on 28-08-2008

Tagged Under :

Dari pidato Bill Clinton mendukung Barfack Obama di Konvensi Partai Demokrat

Sabung Ayam

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Asal Jepret, iNdonesiaSatu) by Yati on 28-08-2008

Tagged Under :

Selamat Pagi

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Curhat, foto, iNdonesiaSatu) by Budi Rahardjo on 28-08-2008

Tagged Under :

Menyusuri jalan tol lagi …

berangkat ketika matahari terbit …
pulang ketika matahari terbenam …
tetap semangat!
selamat pagi semuanya

serbuuu…
[halah. gak nyambung ya? hi hi hi]

MERDEKA (oleh KH. Rahmat Abdullah)

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Islami, Jurnal, iNdonesiaSatu) by ARS on 28-08-2008

Tagged Under :

M.E.R.D.E.K.A

Oleh KH. Rahmat Abdullah

Kalau ada kata malang bagi nasib selain manusia, itulah kata malang bagi nasib kemerdekaan, makhluk yang selalu dirindukan sebelum bertemu dan disia-siakan setelah tergapai. Kemerde­kaan yang diperjuangkan para martir, beberapa tahun kemudian jatuh lagi ke tangan para penjarah, dengan cara dan tampilan lain. Apa perlu perang apabila beberapa tahun setelah kemerdekaan bangsa pejuang itu mengikuti ideologi dan langkah mantan musuhnya yang telah merenggut jutaan nyawa? Apa yang dilakukan China dan Vietnam setelah perjuangan ideologi mereka menang? Berkiblat seakurat atau sedekat mungkin dengan mantan musuh? Berapa jarak mereka dengan mantan penjajah mereka?

Sufi, burung unta & pembebasan sejati

Ada kontroversi dalam kiprah kaum sufi, antara tudingan fatalis, tak peduli dan anti perjuangan dunia di satu sisi dan sanjungan karena kepelopo­ran merubah kondisi masyarakat, membangun etos kemandirian sosial dan ekonomi, sampai perjuangan kemerdekaan di sisi lain. Untuk yang kedua, Afrika Utara menjadi contoh khas dengan gerakan Assanusiyah dan tarekat Sunniahnya (mereka lebih merupakan gerak reformasi daripada sufi). Terkait langsung atau tidak, dalam diri para penganutnya tersimpan energi yang luar biasa besarnya. Itulah semangat merdeka. Soal kapan mereka mulai action, kembali pada ketajaman analisa dan ketepatan kalkulasi atau kejernihan intuisi yang kerap di kalangan aliran khurafat disampul dengan kesakralan kewalian. Ta’wil dan pembenaran akhir akan selalu muncul. Bila ada rezim represif yang tangannya berlumuran darah ummat dan kaya dari hasil merampok kekayaan rakyat lalu didukung oleh ratusan gerakan tarekat dengan berbagai rumusan tasawuf, itulah sebagian dari contoh pertama.

Akankah kita tutup mata terhadap problema­tika ummat, seperti tudingan terhadap burung unta? Manusia gerak dan kader merde­ka dituntut untuk mengantarkan um­mat kepada tujuan agama itu diturun­kan, “Mengeluarkan manusia dari kegelapan kepada cahaya.” (QS. Al Baqarah: 257, Ibrahim: 1). Geraklah yang akan menyelesaikan tuntutan antara inovasi yang melahirkan wilayah aqidah, fiqh dan tasawuf atau akhlaq, atau kem­bali kepada ashalah (keaslian) kesederhanaan gene­rasi awal. Gerak telah menyibukkan para sahabat dari permasalahan teoritik dan perdebatan kulit.

Seorisinil apa pun suatu seruan, bila tidak diu­sung oleh orang-orang yang bebas dari kejumud­an, egoisme dan fanatisme golongan, maka bi’dah perpecahan dan saling membarakan akan subur. Mungkin, kurang apa kaum Khawarij dalam ikhlas dan semangat juang? Kejumudan (stagnansi, -red), kepicikan dan anti dialog telah menjerumuskan mereka sebagai kelompok bi’dah pertama; fi-atun syaqqal asha.

Sebaliknya kekayaan ilmiah kaum fuqaha dan ulama minus ikhlas dan komitmen perjuangan, hanya akan menyematkan di diri mereka sebutan ulama lisan. Tak ada yang dapat disebut sebagai tinggalan baik, lisana shidqin (lisan kejujuran) pada generasi mutakhir (QS. 26:84). Yahudi dengan dominasi informasi yang mereka simpangkan dan Nasrani dengan dominasi semangat beramal tan­pa landasan yang kokoh, telah menjadi tawanan hawa nafsu, ketakaburan, kedengkian, kerahiban, keraguan, oportunisme, kultus indifidu dan berba­gai penyakit sosial yang diidap sebagian penduduk dunia, dan menular ke jaringan tubuh ummat. Dunia terbelah dalam kutub-kutub Maghdub ‘alaihim (kemurkaan, -red) dan Dhaallien (kesesatan, -red). Ditunggu peran mereka yang meniti dan membimbing di atas jalan lurus.

lngatan Sejarah & Karat-karat Jahiliyah

Begitu panjangnya kisah Bani Israil dengan segala permasalahan mereka, mestinya jadi cermin bagi siapa yang membacanya. la kitab yang diturunkan-Nya dan didalamnya ada peringatan dan kemuliaan (QS. Al-Anbiya’: 10). Allah tidak menjadikan pemikiran kebangsaan dan kesukuan sebagai syarat untuk boleh menerima peringatan dan menjadikannya konsep kemenangan. Seluruh kisah Bani Israil yang tertindas (mustadh’afien) adalah cermin kita. Bukan karena kita Bani Israil, tetapi kita sejalan, sealur dan segelombang dengan nabi Musa & Harun serta para pengikut mereka yang beriman.

Seluruh bentuk kemuliaan dan sanjungan Al­lah atas kesabaran mereka adalah kemuliaan kita. Seluruh bentuk keburukan yang dicerca-Nya adalah kelemahan yang harus kita hindari. Bukankah kelakuan Bani Israil yang begitu gandrung dan kecanduan menyembah anak sapi, bagian dari kelupaan sejarah kita? Publik masih bisa menyaksikan epos kepahlawanan yang mulai kehilangan darah di panggung-panggung peringatan kemerdekaan atau tayangan basa-basi di layar kaca. Entah apa yang bergerak di otak para aktor 17-an ketika mereka mengejar, menyergap dan mengusir penjajah dengan patriotik dan heroik, yang jelas sesudah itu nyaris 100% jiwa dan irama hidup bangsa mencerminkan perilaku penjajah. Sangat bisa dipercaya bila Bani Israil sangat membenci bangsa Qibthy (Egypt) yang menzalimi mereka melalui Fir’aun dan sistemnya.

Mestinya begitu alergi mereka terhadap segala tradisi dan upacara keberhalaan dan kemusyrikan bangsa Qibthy. Tetapi ajaib, hanya beberapa saat setelah eksodus dan Fir’aun ditenggelamkan- Nya di laut, mereka segera meresolusi nabi Musa: “Hai Musa, buatkan kiranya untuk kami satu tuhan (berhala), sebagaimana mereka punya banyak tuhan (berhala)” (QS. Al-A’raf: 138). Begitu mudahnya mereka diperdayakan oleh Samiri (QS. Al-A’raf: 148). Sebaliknya begitu sukarnya mereka mengubah mentalitas dari budak yang pengecut, pesimisis dan fatalis menjadi merdeka dan optimis (QS. Al-Maidah: 24), fikiran rakus dan materialistik (QS. Al-Baqarah: 61), serta jiwa mengambang yang tak pernah merasa perlu menyapa Allah dengan kerendahan hati (QS. Al-Baqarah: 61).

Pasukan Muslimin & Kegentaran Musuh

Hukum berlaku bahwa sejumlah kecil orang memerintah sejumlah besar orang, dan tidak sebaliknya. Ada hal yang lebih perkasa dan berdaya dibandingkan dengan fisik, itulah jiwa. Kalau kemerdekaan adalah fitrah, maka kesalahan sesudah itu, bisa seperti orang yang makan salah niat atau lupa basmalah. Berkah kemerdekaan tercabut karena kehilangan nama Allah waktu mengumumkannya atau dorongan motivasi perang antar manusia berbeda warna.

Di antara kelebihan yang diberikan kepada Rasulullah SAW ialah, “Aku dimenangkan berkat ru’b (daya getar dan menggentarkan) sebulan perjalanan.” Para tiran sangat takut suatu saat rakyat akan menghukum mereka. Kekuatan Islam yang datang dengan keadilan yang berlaku untuk semua, menggenapkan ketakutan itu di hati para tiran dan koruptor. Rakyat mendapatkan kembali kemerdekaan, tanpa perlu merasa berkhianat kepada bangsa. Islam tidak datang atas nama bangsa, suku, ras dan warna, melainkan atas nama kemerdekaan dan keadilan universal.

Isti’mar, Kolonialisme, Persemakmuran dan Penjajahan

Bahasa menunjukkan bangsa, semoga masih relevan. Bahasa Melayu Indonesia masih memberikan makna penjajahan bagi kata colonial­ism (pendudukan, penjarahan, penjelajahan) . Disana kesan negatif dan jahat, masih terpelihara dengan baik. Bahasa Melayu Malaysia menyebut­kan negara-negara bekas jajahan dengan Common­wealth alias persemakmuran. Para ahli kamus bahasa Arab modern memberikannya istilah Isti’mar (pemakmuran) , seperti Abu Louis Alyasui, pengarang kamus Munjid, memaknai kata thulaqaa (orang-orang yang diberi amnesti oleh Rasulullah SAW sebagai, “Orang-orang yang dimasukkan kedalam Islam secara paksa”).

Kesulitan berangkat sebagai pekerja legal, plus pemerasan yang selalu berjalan telah memurukkan mereka menjadi pekerja ilegal, indoktrinasi yang menyesatkan telah menggamangkan para pegawai untuk mengeritik atasan dan stigmasi permanen Islam sebagai kekumuhan, kebodohan dan keterbelakangan merangsang untuk mengkaji ulang entry merdeka. Kegagahan makna leksikal patriot dan anti penjajah, akankah hanya bertahan pada kata?

Ada pekik Merdeka. Tetapi semangat peme­kiknya telah layu oleh hedonisme, pengkhianatan dan kebodohan.

Majalah Tarbawi Edisi 42 /Jumadas Tsaniyah 1423 H/29 Agustus 2002 M

Sumber: Milis Tarbawi

Daging Tikus, Anyone?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

Filed Under (Blog, iNdonesiaSatu) by JalanSutera.com™ on 28-08-2008

Tagged Under :

Kali ini kita ngomongin makanan yang…. menjijikan!

Gara-gara tingkat inflasi yang terus membubung tinggi, harga daging tikus di Kamboja naik lebih dari empat kali lipat. Hmmm, daging tikus? Ya, daging binatang mengerat ini melonjak tajam gara-gara inflasi sebesar 37%. Setahun yang lalu sekilo daging binatang ini cuma 1,200 riel, kini orang Kamboja harus merogoh kocek lebih [...]

Dracoola Multimedia
DreamHost
HostGator
LunarPages
Spread Firefox
OpenOffice